Bicara News id. Pemerintah Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Surya Kencana Sukamulya, resmi memulai program penguatan ekonomi desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Mengandalkan sektor pertanian dan peternakan, BUMDes ini memfokuskan kegiatannya pada budidaya bawang daun dan penggemukan domba.
Di bawah kepemimpinan Ketua BUMDes Nurajijah dan Sekretaris H.A. Wahyudin, serta dukungan penuh dari Kepala Desa Sukamulya, H. Syahrulgopur, program ini memanfaatkan total dana sebesar Rp232.400.000.
Inovasi Pertanian Berbasis Kewilayahan.
BUMDes Surya Kencana mengelola lahan pertanian seluas 7.000 meter persegi yang merupakan tanah sewa lahan. Uniknya, pengelolaan lahan ini tidak dipusatkan di satu titik, melainkan disebar ke tiap ke-RW-an di Desa Sukamulya guna memastikan pemerataan ekonomi dan keterlibatan aktif warga.
Komoditas utama yang dipilih adalah bawang daun. Untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi hasil panen, manajemen menggunakan teknologi mulsa. Penggunaan mulsa ini diharapkan dapat menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi oleh tanaman.
Selain sektor tanaman pangan, BUMDes juga mengelola sektor peternakan dengan memelihara 20 ekor domba. Unit usaha peternakan ini dikelola secara intensif oleh 4 orang pengelola yang bertanggung jawab penuh atas kesehatan dan penggemukan hewan ternak tersebut.
Kepala Desa Sukamulya, H. Syahrulgopur, menegaskan bahwa orientasi BUMDes tahap pertama ini adalah pengembangan aset.
“Hasil dari panen pertanian tahap pertama ini akan dialokasikan kembali untuk perluasan lahan. Kami ingin usaha ini terus tumbuh secara mandiri,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BUMDes Nurajijah berharap agar program ini menjadi motor penggerak ekonomi warga.
“Harapan kami, produktivitas ini semakin meningkat dari tahun ke tahun, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sukamulya secara umum,” jelas Nurajijah.
Tan.




















