Bicara News id. Pemerintah Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, melalui BUMDes Cibeureum Berkarya, resmi meluncurkan program penguatan ekonomi desa berbasis pertanian unggulan. Program ini fokus pada budidaya Pepaya Bangkok dan Bawang Daun sebagai motor penggerak Pendapatan Asli Desa (PADes).
Strategi Budidaya dan Kemitraan Strategis
Dalam pengembangannya, BUMDes Cibeureum Berkarya mengelola lahan sewa seluas 2 hektar yang berlokasi di Blok Peusar, RT 02 RW 02. Saat ini, seluas 1 hektar lahan telah dioptimalkan untuk penanaman 2.000 pohon pepaya bangkok.
Guna menjamin keberlangsungan usaha, BUMDes menjalin kemitraan strategis dengan PT Ridho Bangunjaya. Perusahaan ini bertindak sebagai penyedia bibit dan obat-obatan, sekaligus menjadi penyerap hasil (offtaker). Produk utama yang diunggulkan adalah getah pepaya yang akan dijual kepada perusahaan dengan harga kontrak Rp125.000 per kilogram.
Selain getah, setelah memasuki usia produktif 3 tahun, buah pepaya akan dipasarkan secara luas kepada warga masyarakat dan pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan desa.
Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal.
Program ini juga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini, terdapat dua warga lokal yang diberdayakan sebagai pekerja lapangan, yaitu Bapak Mirwanudin (55) dan Bapak Ujang Eman. Keduanya mengakui bahwa keberadaan program BUMDes ini sangat membantu ekonomi keluarga sehari-hari.
Sementara itu, untuk komoditas bawang daun, BUMDes menerapkan konsep desentralisasi dengan menyebar penanaman di 5 kedusunan yang ada di Desa Cibeureum. Meski saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum menghasilkan pendapatan (revenue), progres pertumbuhan tanaman terpantau stabil.
Proyeksi Pendapatan dan Pembagian Hasil
BUMDes Cibeureum Berkarya memproyeksikan pendapatan yang signifikan dari 2.000 pohon pepaya bangkok tersebut.
Tahun pertama Estimasi pendapatan mencapai Rp120.000.000.
Tahun Kedua & Ketiga: Estimasi pendapatan masing-masing sebesar Rp360.000.000.
Pasca 3 Tahun: Akan dilakukan proses peremajaan pohon untuk menjaga kualitas produksi.
Hasil pendapatan BUMDes telah diatur secara transparan melalui skema pembagian:
30% untuk Pendapatan Asli Desa (PADes).
30% untuk Peningkatan Modal Usaha.
30% untuk Pengurus BUMDes.
10% untuk Kegiatan Sosial Masyarakat.
Harapan Pemerintah Desa
Kepala Desa Cibeureum, Asep Nahdoh menyatakan optimisme tinggi terhadap program ini. “Kami berharap BUMDes ini menjadi solusi nyata dalam meningkatkan PADes, terutama di tengah adanya kebijakan pemangkasan Dana Desa dari pusat. Kemandirian ekonomi desa adalah kunci,” tuturnya.
Ketua BUMDes Cibeureum Berkarya Asep Sopyan Rivai juga menambahkan harapannya agar unit usaha ini terus berkembang. “Semoga usaha ini bermanfaat bagi seluruh warga dan mampu bersaing dengan BUMDes-BUMDes lainnya di Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.
Tan.




















