CIANJUR, JAWA BARAT – Kondisi infrastruktur jalan di jalur Cugenang-Selahuni,yang jaraknya kurang lebih 4 kilo meter Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapatkan sentuhan perbaikan dari pemerintah.
Sejumlah warga setempat membandingkan kondisi jalan saat ini dengan masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, Herman Suherman. Diketahui bahwa pada masa jabatan beliau—yang juga merupakan warga asli Kampung Mangun, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang—jalur tersebut selalu mendapatkan perhatian dan perbaikan rutin. Namun, pasca pergantian kepemimpinan Bupati Cianjur yang baru, warga merasa jalur tersebut seolah diabaikan.
Kondisi aspal yang mengelupas dan lubang yang dalam kini menghiasi sepanjang jalan, sangat kontras dengan kondisi mulus yang dirasakan warga beberapa tahun lalu.
Inisiatif Warga dan Risiko Kecelakaan
Lantaran tak kunjung diperbaiki oleh dinas terkait, warga di sepanjang jalur Cugenang-Selahuni akhirnya mengambil inisiatif mandiri. Secara swadaya, warga melakukan penambalan jalan dengan menggunakan coran semen seadanya.
Sebagai imbalan atas tenaga dan material yang digunakan, beberapa warga tampak berdiri di titik jalan rusak untuk meminta sumbangan sukarela atau upah alakadarnya dari para pengemudi yang melintas.
”Kami terpaksa menambal sendiri karena kalau dibiarkan, lubangnya semakin membahayakan. Sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas, terutama pemotor yang terperosok saat malam hari atau saat hujan karena lubang tertutup air,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Masyarakat Cugenang menaruh harapan besar kepada Bupati Cianjur saat ini untuk segera turun tangan. Warga berasumsi bahwa rusaknya akses jalan ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan nyawa pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah tidak tebang pilih dalam melakukan pembangunan infrastruktur dan segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalur Cugenang-Selahuni sebelum jatuh lebih banyak korban akibat kecelakaan.
N.R


















