Desa Sarampad, Cugenang – Mantan Bupati Herman berhasil meluncurkan Jamaras Argo Farm (JAF), sebuah kawasan pertanian terpadu yang menggabungkan dapur hidup, apotek hidup, serta peternakan ikan, kambing, sapi, burung, dan ayam. Berawal dari lahan kurang produktif, proyek ini kini menjadi contoh nyata ketahanan pangan lokal.
JAF tidak hanya memproduksi bahan pangan, tetapi juga menawarkan secangkir kopi organik Jamaras yang diklaim dapat menurunkan risiko penyakit jantung, gula darah, dan kolesterol. Kopi tersebut disajikan tanpa gula, berwarna bening seperti teh, namun tetap menonjolkan cita rasa unik yang membedakannya dari kopi biasa.
Kehadiran JAF telah menarik ribuan pengunjung, terutama pada akhir pekan. Kearifan lokal dan arsitektur tradisional menjadi daya tarik utama, sementara program “sirkel ketahanan pangan” memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk belajar dan berbagi hasil panen.
Menurut Herman, keputusan meninggalkan jabatan birokrasi bukan untuk beristirahat, melainkan untuk fokus pada kemaslahatan masyarakat melalui pertanian. “Di era global yang tidak menentu, ketahanan pangan adalah kunci,” ujarnya.
JAF terus berinovasi, menyiapkan program edukasi, wisata agro‑tour, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperluas dampak positif bagi masyarakat luas. Semoga langkah ini menginspirasi daerah lain untuk mengikuti jejak ketahanan pangan yang berkelanjutan.
N.R


















