banner 728x250
Berita  

Ricuh Pembagian Dana PIP di SD Nyalindung 1: Orang Tua Siswa Tuntut Proses Hukum Terkait Dugaan Penyelewengan Sejak 2021

banner 120x600
banner 468x60

Bicara News Id.CIANJUR, 16 Februari 2026 – Suasana pembagian dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Nyalindung 1 pada Senin (16/2) berlangsung tegang dan diwarnai aksi protes keras dari para orang tua siswa. Pembagian dana yang terkesan mendadak ini dilakukan setelah munculnya reaksi keras dari wali murid terkait dugaan tertahannya hak siswa selama bertahun-tahun.

Dugaan Penggelapan Hak 194 Siswa

Berdasarkan keterangan warga dan orang tua murid, dana PIP bagi 194 siswa diduga tidak disalurkan kepada penerima yang berhak sejak tahun 2021.

Akumulasi kekecewaan ini memuncak saat proses pembagian dana berlangsung hari ini.

Kepala Sekolah SD Nyalindung 1, Ai Tuti Rosyanti, menyatakan bahwa langkah pembagian dana yang dilakukan saat ini adalah bentuk kepatuhan terhadap instruksi atasan. “Pembagian ini kami lakukan atas dasar perintah,” ujarnya singkat di sela-sela kerumunan massa.

Ketegangan memuncak ketika salah seorang orang tua siswa melakukan aksi simbolis dengan merobek surat panggilan pengembalian uang sebesar 40% di hadapan Kepala Sekolah dan para guru.

“Surat ini hanya akal-akalan untuk menutupi kesalahan oknum guru dan Kepala Sekolah! Kenapa oknum guru yang menjadi pelaku utama tidak pernah dihadirkan? Kenapa hanya Kordik dan Kepala Sekolah yang membagikan?” teriak salah satu wali murid dengan nada emosional.

Warga juga menyatakan kekecewaannya terhadap respons pihak Kepolisian (Polres Cianjur). Menurut pengakuan warga, aduan yang mereka sampaikan sebelumnya tidak mendapat tindak lanjut serius. Warga mengklaim pihak aparat hanya memberikan jawaban normatif bahwa “nanti juga ada hukum Tuhan,” yang dinilai melukai rasa Kepala Sekolah dan oknum guru yang terlibat segera diproses secara hukum yang berlaku, bukan sekadar penyelesaian administratif.

Audit menyeluruh terhadap penyaluran dana PIP di SD Nyalindung 1 sejak tahun 2021.

Warga menuntut oknum guru yang diduga menjadi aktor utama penyelewengan dana muncul dan memberikan pertanggungjawaban langsung.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih terpantau cukup panas, dengan warga yang bersikeras akan terus mengawal kasus ini hingga ke jalur hukum yang lebih tinggi jika aspirasi mereka di Polres Cianjur tetap tidak diindahkan.

Tan.

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *