Di balik seragam dinasnya sebagai Aparatur Desa Nyalindung, terdapat sosok pemuda pekerja keras yang tengah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Dendi, seorang perangkat desa muda, membuktikan bahwa dedikasi terhadap pelayanan publik dan keberhasilan ekonomi mandiri dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan keluarga.
Dendi menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Namun, ketika jam kantor berakhir, transformasi luar biasa terjadi. Tanpa rasa lelah, ia melepas seragamnya dan beralih menjadi seorang peternak yang gigih mengelola usaha peternakan kambing dan kelinci.
Ketulusan Dendi terlihat dari kesehariannya yang tidak segan untuk turun langsung ke lapangan. Meskipun sudah memiliki posisi di desa, ia tetap rutin mencari rumput (ngarit) sendiri untuk memastikan hewan ternaknya mendapatkan pakan terbaik.
Kerja keras ini adalah bentuk cinta nyata bagi keluarganya. Jiwa wirausahanya yang besar didorong oleh keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih layak dan mandiri secara ekonomi.
“Sukses itu bukan tentang jabatan saja, tapi tentang seberapa besar kita mau berkeringat untuk orang-orang yang kita cintai. Kelelahan setelah pulang kantor hilang seketika saat melihat ternak berkembang baik,” ungkap Dendi di sela kesibukannya.
Keberhasilan Dendi dalam mengelola waktu dan usaha peternakannya kini menjadikannya simbol “Pemuda Sukses” di Desa Nyalindung. Ia memberikan contoh nyata bahwa:
Usia Muda bukan penghalang untuk memiliki usaha besar.
Gengsi tidak ada harganya dibandingkan dengan kemandirian finansial.
Profesi sebagai Aparatur Desa tetap bisa dijalankan dengan profesional sambil mengembangkan potensi lokal.
Keuletannya mengurus kambing dan kelinci bukan sekadar hobi, melainkan model bisnis peternakan yang produktif dan berpotensi menjadi percontohan bagi pemuda desa lainnya yang ingin berwirausaha di bidang agribisnis.
Tan.


















