CIANJUR – Puskesmas Cugenang menunjukkan kepedulian nyata terhadap aspek kesehatan fisik dan mental keluarga almarhum M (57), korban penganiayaan tragis yang terjadi pada 28 pebruari 2026 lalu. Pada Sabtu (07/03/2026), tim medis Puskesmas melakukan kunjungan langsung ke rumah duka untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi keluarga yang ditinggalkan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah melalui sektor kesehatan, mengingat keluarga korban telah melalui masa-masa berat dan kurang tidur akibat syok serta prosesi pemakaman setelah kejadian memilukan tersebut.
Kunjungan medis ini diwakili oleh tenaga kesehatan profesional, yakni Perawat Ari dan Bidan Desa (Bidan Wini). Tim medis memfokuskan pemeriksaan pada kondisi vital keluarga yang rentan mengalami penurunan imunitas akibat tekanan batin.
Salah satu anggota keluarga korban, Nuraeni (50),juga cucum( 52) mendapatkan pemeriksaan tubuh intensif oleh Bidan Wini. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah dan konsultasi kesehatan dasar guna memastikan kondisi fisik keluarga tetap terjaga di tengah suasana duka.
Dalam kesempatan tersebut, Perawat Ari berpesan kepada pihak keluarga agar tidak sungkan untuk terus berkomunikasi dengan pihak Puskesmas jika ada keluhan kesehatan di kemudian hari.
“Kami menyarankan pihak keluarga untuk selalu berkoordinasi dengan Puskesmas Cugenang. Kami siap membantu memantau kondisi kesehatan Bapak dan Ibu sekalian, terutama pasca kejadian yang sangat menguras energi dan emosi ini,” ujar Ari di lokasi.
Pihak keluarga, yang diwakili oleh Nuraeni, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan tim medis. Perhatian dari Puskesmas Cugenang dinilai sangat berarti bagi mereka yang saat ini masih dalam masa pemulihan dari rasa trauma.
“Kami sangat berterima kasih kepada perawat dan bidan yang sudah datang jauh-jauh melihat kondisi kami. Pemeriksaan ini sangat membantu kami merasa lebih tenang,” ungkap Nuraeni.
Kehadiran tim Puskesmas Cugenang ini menegaskan komitmen pelayanan publik yang proaktif dalam menyentuh warga yang sedang mengalami musibah, memastikan bahwa kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Tan.



















