CIANJUR – Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum M (56) di Kampung Bayabang RT 01 RW 06, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada malam ketujuh kepergiannya. Warga setempat berkumpul memanjatkan doa dalam kegiatan tahlilan untuk melepas kepergian almarhum yang meninggal dunia akibat penganiayaan tragis pada pekan lalu.
Almarhum M menghembuskan napas terakhir setelah dianiaya oleh tersangka berinisial UA (40), dipicu permasalahan yang dinilai sangat sepele, yakni dugaan pengambilan dua buah labu siam untuk kebutuhan berbuka puasa. Saat ini, tersangka UA telah mendekam di sel tahanan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kehilangan Sosok Tulang Punggung
Kematian almarhum menyisakan luka mendalam bagi keluarga, terutama bagi sang ibu, Ibu Ining (99). Selama ini, almarhum M merupakan sosok tulang punggung utama yang mengurus dan memenuhi kebutuhan sehari-hari ibunya yang sudah lansia tersebut.
Adik korban, Cucum, mengungkapkan betapa terpukulnya keluarga atas kejadian yang tidak disangka-sangka ini. Namun, dukungan moral dari tetangga dan kerabat menjadi penguat bagi mereka di masa sulit.
“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga, khususnya di wilayah RT 01 RW 06, yang sudah sudi hadir dan melaksanakan kegiatan doa bersama selama satu minggu penuh ini. Semoga amal ibadah semuanya diterima Allah SWT dan semua doa dikhususkan untuk almarhum kakak saya,” ujar Cucum dengan nada bergetar.
Cucum juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan sejak hari pertama kejadian hingga malam ketujuh ini.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli, baik yang memberikan bantuan materil maupun dukungan dalam bentuk apa pun. Perhatian ini sangat berarti bagi kami, terutama bagi Ibu Ining,” tambahnya.
Meski ikhlas melepas kepergian almarhum, pihak keluarga menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan dengan adil. Keluarga meminta agar aparat penegak hukum memproses tersangka UA sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
“Kami berharap pelaku diproses sesuai hukum yang seadil-adilnya. Nyawa manusia tidak bisa digantikan dengan apa pun, apalagi hanya karena masalah yang sangat sepele,” tegas Cucum.
Kegiatan tahlilan hari ketujuh ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, mendoakan agar almarhum M mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,tutup cucum.
Tan.




















