CIANJUR – Bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jl. KH. Abdullah Bin Nuh, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/04/2026). Acara yang berlangsung khidmat sekaligus enerjik ini mengusung tema “Perhimpunan Praktisi Yoga Indonesia: Meneladani Spirit Kartini untuk Perempuan Sehat dan Berdaya.”
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur Susilawati beserta jajaran pengurus dan tamu undangan.
Hadir sebagai tokoh sentral sekaligus instruktur utama adalah Ibu Vivi, yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Praktisi Yoga Indonesia (YPYI) sekaligus Ketua TPPI Kabupaten Cianjur.
Yoga Sebagai Gaya Hidup Sehat
Dalam arahannya, Ibu Vivi menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi kaum perempuan. Peserta yang berjumlah 80 orang berasal dari berbagai kalangan perempuan di wilayah Kabupaten Cianjur.
“Tujuan kami hari ini adalah untuk memasyarakatkan yoga agar lebih dikenal luas. Yoga bukan sekadar olahraga, tapi jalan untuk menyeimbangkan pikiran dan raga. Kami ingin perempuan Cianjur kuat dan sehat,” ujar Ibu Vivi di sela-sela sesi instruksi yoga.
Tak hanya aktivitas fisik, PDI Perjuangan memanfaatkan momentum ini untuk memberikan pembekalan substantif bagi para peserta:
Sosialisasi Perlindungan Perempuan: Edukasi mengenai peraturan dan hak-hak perempuan guna mencegah kekerasan serta memperkuat posisi hukum perempuan di masyarakat.
Edukasi Lingkungan Hidup: Sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi, dilakukan gerakan tanam pohon secara simbolis.
Sebanyak 80 bibit pohon dibagikan kepada seluruh peserta untuk ditanam di lingkungan rumah masing-masing sebagai aksi nyata penghijauan.
Menjaga Spirit Perjuangan Kartini
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan partai. Hal ini dilakukan untuk terus menghidupkan sejarah dan semangat perjuangan RA Kartini.
“PDI Perjuangan berkomitmen agar spirit Ibu Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan tidak berhenti di buku sejarah, tapi diimplementasikan langsung oleh perempuan masa kini. Melalui kesehatan, pemahaman hukum, dan kepedulian lingkungan, kita mewujudkan profil perempuan yang berdikari,” tegas beliau.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian bibit pohon kepada para peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Tan.




















